
Prodi Akuntansi UPN “Veteran” Jawa Timur Dampingi Seniman Barbershop Tingkatkan Pencatatan Keuangan UMKM
Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Akuntansi UPN “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendampingan keuangan kepada pelaku UMKM pada 16 Oktober 2025. Program ini dilaksanakan di Seniman Barbershop dan menyasar pelaku usaha yang selama ini masih menghadapi kendala dalam pencatatan serta pengelolaan keuangannya. Pelaku usaha tersebut berlokasi di Jl. Rungkut Madya No.29, Medokan Ayu, Kec. Rungkut, Surabaya, Jawa Timur.
Kegiatan dimulai dengan sesi pemaparan materi dasar mengenai pentingnya pencatatan keuangan yang rapi dan terstruktur. Tim dosen menjelaskan bagaimana pencatatan mampu membantu pelaku usaha mengevaluasi kondisi keuangan, membuat keputusan bisnis, hingga merancang strategi pengembangan usaha. Setelah penyampaian materi, peserta langsung diarahkan pada sesi praktik, di mana mereka diminta mencatat transaksi harian berdasarkan contoh kasus nyata dari usaha Seniman Barbershop.
Dalam wawancara, pemilik Seniman Barbershop mengakui bahwa selama ini pencatatan keuangan masih dilakukan secara manual. “Kami masih menggunakan buku catatan harian untuk mencatat semua transaksi. Untuk pembayaran QRIS langsung masuk ke rekening pemilik, sedangkan uang tunai direkap oleh kasir setiap hari,” ujar salah satu perwakilan usaha. Selain itu, mereka juga mencatat jumlah potongan rambut dan menggunakan aplikasi sederhana “Maju” untuk membantu rekap penerimaan harian. Namun, pencatatan tersebut masih belum terstruktur dan belum menghasilkan laporan keuangan yang utuh.
Selain pencatatan yang masih sederhana, UMKM ini juga menghadapi kendala minimnya promosi dan pemasaran digital. “Penjualan kami masih bergantung pada pelanggan yang datang langsung. Promosi hanya lewat Instagram, itu pun belum maksimal,” tambahnya. Kondisi ini membuat kebutuhan terhadap literasi keuangan dan strategi operasional menjadi semakin penting untuk mendukung keberlanjutan usaha.

Tim dosen dan mahasiswa kemudian memberikan pendampingan langsung terkait penyusunan anggaran operasional, pencatatan transaksi harian yang lebih sistematis, serta pembuatan laporan keuangan sederhana sesuai prinsip akuntansi dasar. Para peserta juga diajak berdiskusi mengenai kendala yang mereka hadapi, baik dalam pengelolaan kas, evaluasi pendapatan, hingga efisiensi operasional.
Salah satu dosen menyampaikan bahwa pendampingan ini dirancang agar UMKM dapat mengembangkan kemampuan mengelola keuangan secara mandiri. “Kami ingin UMKM memiliki keterampilan yang bisa langsung diterapkan. Ketika pencatatan dilakukan dengan benar, mereka bisa mengetahui posisi keuangan usaha secara lebih jelas dan membuat keputusan yang lebih tepat,” jelasnya.
Pada akhir kegiatan, peserta mengungkapkan bahwa pendampingan ini memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya pencatatan yang sistematis dan penggunaan alat digital untuk membantu operasional. Mereka merasa lebih siap untuk mulai menyusun laporan keuangan yang lebih rapi dan mengembangkan strategi usaha berbasis data.

Ke depannya, tim Akuntansi UPNVJT berencana memberikan pelatihan lanjutan berupa penggunaan aplikasi pencatatan keuangan digital yang lebih efisien dan mudah digunakan. Harapannya, pelaku UMKM dapat meningkatkan literasi keuangan, memperluas kemampuan promosi digital, serta mengoptimalkan performa bisnisnya.
Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini juga mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan edukasi praktis bagi pelaku usaha, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong peningkatan kapasitas UMKM agar lebih produktif dan berdaya saing.
Penulis : Ellyzabeth Putri Vizandra
