2 mins read

UPN “Veteran” Jawa Timur Tekankan Pentingnya Etika Mahasiswa di PKKMB 2025

Surabaya, 21 Agustus 2025 – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) menegaskan pentingnya etika kemahasiswaan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 yang digelar di halaman Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Politik (FISIBPOL).

Materi mengenai etika disampaikan oleh Sarah Meirina Sari, S.AP., MPA, Dosen Administrasi Publik FISIBPOL UPNVJT, di hadapan mahasiswa baru. Dalam pemaparannya, Sarah menekankan bahwa etika merupakan fondasi utama pembentukan karakter mahasiswa.

“Etika bukan hanya aturan, melainkan cerminan kesungguhan mahasiswa untuk menjadi pribadi berkarakter, intelektual, dan unggul. Mahasiswa adalah agen perubahan. Jika etikanya buruk, perubahan yang diharapkan sulit tercapai,” ujarnya.

Sarah menjelaskan bahwa etika mencakup berbagai aspek kehidupan kampus, mulai dari pergaulan, komunikasi, penampilan, hingga berorganisasi. Dalam pergaulan, mahasiswa diimbau menjunjung semangat kekeluargaan dan menghormati keberagaman. Sementara dalam berkomunikasi, terutama dengan dosen, mahasiswa diingatkan untuk menggunakan bahasa formal, sopan, serta menghargai waktu kerja dosen.

“Jangan terbawa gaya komunikasi media sosial. Mahasiswa harus membiasakan diri profesional sejak awal, baik dalam cara menyapa, memperkenalkan diri, maupun menyampaikan maksud,” tegasnya.

Sarah Meirina Sari, S.AP., MPA

Selain komunikasi, etika berpenampilan juga menjadi perhatian. Mahasiswa diminta berpakaian rapi, sopan, dan sesuai dengan situasi. Menurut Sarah, cara berpakaian mencerminkan penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain.

Etika dalam berorganisasi pun tak luput dari pembahasan. Mahasiswa didorong untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan organisasi tanpa melanggar aturan maupun menimbulkan konflik.

“Organisasi adalah sekolah kedua. Gunakan untuk melatih kepemimpinan dan kerja sama, bukan untuk hal-hal yang merugikan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, UPNVJT juga menegaskan adanya larangan dan sanksi bagi mahasiswa yang melanggar etika kampus, mulai dari teguran lisan hingga pembatalan kelulusan. Larangan tersebut mencakup tindakan melawan hukum, pemalsuan dokumen, hingga perusakan fasilitas kampus.

Menutup sesi penyampaian materi, Sarah mengingatkan pentingnya etika sebagai bekal di dunia akademik dan profesional.

“Mahasiswa sukses bukan hanya pintar, tapi juga beretika. Dunia kerja mencari orang berintegritas dan bisa dipercaya,” pungkasnya.

Materi etika ini menjadi bagian penting dalam rangkaian PKKMB 2025 UPNVJT, dengan tujuan membekali mahasiswa baru agar siap menjalani kehidupan kampus serta berkontribusi positif bagi masyarakat.

Penulis:
Sarah Meirina Sari, S.AP., MPA
Dosen Administrasi Publik, FISIBPOL, UPN “Veteran” Jawa Timur

Editor :

Schaldy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *